Langsung ke konten
Iqbal Adi
Kembali

Anime Reboot: Kenapa Versi Lama Selalu Dibilang "Nggak Sah", Padahal Penulisnya yang Minta

Kalau kamu pernah ikut debat anime, kamu tahu aturannya: Fullmetal Alchemist versi 2003 dianggap “bukan canon”, Brotherhood satu-satunya versi sah. Versi lama diperlakukan kayak fanfikasi mahal yang kebetulan dapat slot televisi.

Masalahnya, satu fakta ini bikin seluruh argumen goyah: ending berbeda di versi 2003 itu diminta sendiri oleh Hiromu Arakawa, penulis manganya.

Begitu kamu ngerti kenapa dia minta, kamu mulai ngeliat pola yang sama di hampir semua anime reboot: keputusan itu nggak pernah soal “versi lama jelek”, tapi soal stok bahan baku.

Kasus pertama: manga yang belum selesai

Manga Fullmetal Alchemist mulai tayang di Monthly Shōnen Gangan edisi Agustus 2001 (terbit 12 Juli 2001). Anime pertamanya menyusul cepat: 4 Oktober 2003, 51 episode, digarap Bones dengan sutradara Seiji Mizushima, tayang di MBS/TBS sampai 2 Oktober 2004.

Perhatikan jaraknya. Manga baru berjalan dua tahun, eksekusinya bulanan, sementara anime butuh satu episode tiap minggu. Anime akan selalu lari lebih cepat dari mangaka-nya.

Narasi populer bilang: anime kehabisan bahan, panik, lalu belok sendiri di tengah jalan. Yang sebenarnya terjadi lebih rapi: Arakawa membiarkan Bones bekerja independen, lalu meminta ending berbeda dari manganya — dia nggak mau ending yang sama muncul dua kali.

Kostum armor Alphonse Elric di gelaran Pyrkon 2022, Polandia Armor Alphonse Elric versi cosplay di Pyrkon 2022. Foto: Tomasz Molina, Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0).

Hasilnya divergen: antagonisnya Dante, bukan Father, dan asal-usul homunculi di sini adalah kegagalan transmutasi manusia. Arakawa mengaku kaget lihat betapa beda homunculi versi staf anime.

Jadi kalau ada yang bilang “versi 2003 nggak sah”, mereka sebenarnya sedang membantah penulisnya sendiri.

Empat setengah tahun kemudian: kenapa baru sekarang?

Anime kedua diumumkan lewat band pembungkus volume ke-20, Agustus 2008. Brotherhood: 64 episode, 5 April 2009 sampai 4 Juli 2010, disutradarai Yasuhiro Irie.

Yang bikin timing-nya menarik: manga-nya belum selesai waktu Brotherhood mulai. Arakawa baru menutup chapter ke-108 di edisi Juli 2010, dan episode terakhir Brotherhood tayang 4 Juli 2010 — selisih sekitar tiga minggu. Itu bukan kebetulan, itu balapan yang dijadwalkan.

Ini bagian yang paling jarang disebut: episode 1 Brotherhood bukan dari manga. Villain-nya, Isaac McDougal alias Freezing Alchemist, karakter original anime. Episode 2 baru memindahkan flashback yang di manga muncul di chapter 21–24 ke depan, episode 3 memadatkan arc Liore, chapter 3 dan 4 dilewati, dan baru di episode 4 (chapter 5) dua versi ini berjalan seiring.

Artinya “adaptasi setia” pun tetap hasil rekayasa. Bedanya cuma: rekayasa yang mengarah ke manga, bukan menjauh.

Di Jepang, judul anime 2009 tetap 鋼の錬金術師 FULLMETAL ALCHEMIST. Kata “Brotherhood” cuma dipakai untuk rilis luar Jepang. Bukan “FMA 2” — judul yang sama, dikerjakan ulang.

Kasus kedua: anime yang berhenti karena hormat sama sumbernya

Hunter × Hunter versi 1999 digarap Nippon Animation untuk Fuji TV: 62 episode, 16 Oktober 1999 sampai 31 Maret 2001, sutradara Kazuhiro Furuhashi. Bukan karena dibatalkan: bahan manganya sudah hampir habis, dan studio memilih berhenti daripada bikin filler.

Penonton protes, jadi cerita dilanjutkan lewat jalur lain: tiga seri OVA, 8 + 8 + 14 episode, dari Januari 2002 sampai Agustus 2004, menutup arc Yorknew sampai Greed Island. Totalnya 92 episode selama lima tahun.

Versi 1999 bukan versi “salah”: di situ Kite diperkenalkan sejak awal, sementara versi 2011 baru memunculkannya menjelang akhir Greed Island. Buat arc Chimera Ant yang bertumpu pada hubungan Gon–Kite, pilihan 1999 lebih menguntungkan.

Deretan majalah Weekly Shonen Jump yang memuat Hunter x Hunter Majalah-majalah Weekly Shonen Jump yang memuat Hunter × Hunter — serialisasi yang bolong-bolong karena hiatus. Gambar: Asanagi, Wikimedia Commons (CC0).

Lalu manga-nya macet. Yoshihiro Togashi berulang kali hiatus karena masalah punggung, dan itu menjelaskan kenapa adaptasi selalu berhenti di tengah: nggak ada bahan, dan studio menolak bikin ending karangan.

Reboot tercepat: 70 hari dari pengumuman ke tayang

Hunter × Hunter versi Madhouse diumumkan 24 Juli 2011 dan tayang 2 Oktober 2011. Sekitar sepuluh minggu. Kecepatan yang nyaris mustahil untuk anime biasa — proyeknya jelas sudah disiapkan jauh sebelum diumumkan.

Yang berubah: 148 episode, seluruh pengisi suara diganti (Gon sekarang Megumi Han), dan ceritanya dimulai dari nol tanpa kaitan dengan versi 1999. Simulcast Crunchyroll hadir satu jam setelah tayang di Jepang — versi baru ini diproduksi untuk pasar global hari pertama.

Dua hal kecil yang memperlihatkan arah produksinya:

Seri ini berhenti September 2014, lagi-lagi karena manga-nya hiatus (Agustus 2014, baru lanjut Juni 2016). Pola yang sama, dua belas tahun kemudian.

Pola yang sama, dua kali

Fullmetal AlchemistHunter × Hunter
Versi pertama51 eps (2003–04) + film62 eps (1999–01) + 30 OVA
Versi kedua64 eps (2009–10)148 eps (2011–14)
Pemicumanga belum selesai saat versi 1 jalanmanga hiatus, bahan menumpuk 10 tahun
Jarak~4,5 tahun~10 tahun

Reboot lahir ketika tumpukan bahan baku cukup untuk menyelesaikan cerita, dan ketika studio bisa menjualnya sebagai paket utuh: box set, maraton streaming, simulcast global. Versi lama — lisensinya mungkin sudah habis atau cuma regional — nggak bisa ikut bersaing di rak yang sama.

Sisanya urusan kosakata. “Canon” itu istilah fandom, bukan status hukum — dan di dua kasus ini, penulisnya justru merestui versi yang katanya “nggak sah”.

Jadi nonton yang mana?

Versi 2003 buat tempo lambat dan ending yang berani; Brotherhood buat cerita utuh sesuai manga. Versi 1999 buat detail Kite, versi 2011 buat rangkuman satu tarikan napas.

Reboot bukan koreksi atas kesalahan. Dia jawaban dari pertanyaan yang beda: “bahannya sudah cukup, mau dibikin ulang?”


Bagikan tulisan ini:

Tulisan Sebelumnya
Kartu → Cakram → Kartu Lagi: Kenapa Media Konsol Bukan Sekadar Soal Kapasitas
Tulisan Berikutnya
N64 Pakai Cartridge: Yang Bikin Publisher Kabur Bukan Kapasitas, Tapi Uang Muka