Langsung ke konten
Iqbal Adi
Kembali

Psion, Symbian, Nokia: OS yang Menguasai 67% Smartphone Dunia Lahir dari Perusahaan Kalkulator Inggris

24 Juni 2008. Nokia mengumumkan akan membeli seluruh saham sebuah perusahaan software yang belum mereka miliki penuh, dengan harga €264 juta. Tanggal itu bukan tanggal acak: tepat sepuluh tahun sebelumnya, hari yang sama, perusahaan itu didirikan.

Yang mereka beli namanya Symbian. Sepuluh tahun sebelum diakuisisi, OS ini cuma proyek internal sebuah perusahaan Inggris yang jualan pocket computer untuk akuntan dan sales lapangan.

Chip yang bikin proyeknya mundur setahun

Psion berdiri di London tahun 1980. Produk pocket computer pertamanya keluar 1984 (Psion Organiser, 8-bit), disusul Organiser II pada 1986. Menjelang akhir 80-an mereka sadar era 8-bit sudah habis dan mereka butuh OS 16-bit sendiri.

Proyeknya dinamai SIBO — singkatan dari single-board organiser, atau menurut versi lain sixteen-bit organiser. Masalahnya bukan cuma software: Psion butuh sampel mikroprosesor 16-bit untuk mulai ngoding, dan butuh lebih dari setahun untuk mendapatkannya. Delay itu terasa besar untuk perusahaan seukuran Psion.

Hasilnya keluar 1989 di MC200/MC400, lalu matang di Psion Series 3 (1991). EPOC versi ini ditulis campur assembly 8086 dan C, preemptive multitasking, dan dijalankan langsung dari ROM. Psion juga menyertakan OPL — bahasa interpreted mirip BASIC — supaya pengguna bisa menulis program sendiri di perangkatnya, bukan cuma pakai aplikasi bawaan. Itu keputusan yang tidak lazim di eranya.

Namanya bukan singkatan, dan rumor itu salah total

Psion mulai menggarap versi 32-bit sejak akhir 1994. Kali ini codebase-nya ditulis ulang total dengan C++ berorientasi objek, diarahkan ke prosesor ARM, dan untuk pertama kalinya punya memory protection. Nama lamanya lalu jadi EPOC16, yang baru jadi EPOC32.

Soal nama: awalnya cuma ditulis Epoc, karena itu bukan akronim. Huruf kapitalnya muncul sebagai rekomendasi departemen marketing Psion — dan gara-gara itu, rumor beredar di pers teknis bahwa EPOC artinya “Electronic Piece of Cheese”. Colly Myers, CEO Symbian saat itu, akhirnya harus menjelaskan di wawancara bahwa artinya sederhana saja: epoch.

Series 5: keyboard geser yang dipatenkan

Psion Series 5, PDA clamshell dengan keyboard geser dan layar 640x240

Psion Series 5 — keyboard bergeser ke depan saat unit dibuka, dipatenkan sebagai “Casing for computing equipment”. (Foto: Atorero, CC BY-SA 3.0, Wikimedia Commons)

Tahun 1997 Psion meluncurkan Series 5, perangkat pertama dengan EPOC32. Desainnya dikerjakan Martin Riddiford dari studio Therefore Design, dan yang bikin beda adalah mekanisme klamshell-nya: saat dibuka, keyboard bergeser ke depan untuk mengimbangi berat layar, sehingga menyentuh layar sentuh tidak membuat perangkat tumbang. Detail ini bukan improvisasi — mereka mematenkannya (EP 0766166 B1, nama patennya “Casing for computing equipment”).

Isinya ARM710 (CL-PS7110) 18 MHz, RAM 4/8/16 MB, layar sentuh 640x240 dengan 16 tingkat abu-abu, dan ditenagai dua baterai AA yang tahan 10-20 jam.

Tapi keputusan paling menentukan umur EPOC32 dibuat satu tahun kemudian, dan itu bukan keputusan teknis.

Boleh ganti tampilan: kebebasan yang jadi malapetaka

Psion sengaja melisensikan EPOC32 ke produsen lain dan mengizinkan mereka mengganti atau memodifikasi GUI-nya. Logikanya wajar untuk bisnis lisensi: makin bebas, makin banyak yang mau pakai. Psion sendiri memakai GUI bernama Eikon.

Hasilnya belasan tahun kemudian: Nokia membuat Series 80 dan S60, Sony Ericsson dan Motorola mendorong UIQ untuk perangkat pena dan stylus, sementara NTT DoCoMo bikin MOAP(S) untuk pasar Jepang. Semua di atas Symbian OS yang sama — dan aplikasi satu UI tidak bisa jalan di UI lain. Nokia sendiri yang akhirnya mengakui dampaknya; The Register mengutip mereka dengan frasa yang telak: UI wars “tore Symbian apart”.

Siapa saja yang pegang sahamnya

Juni 1998 Psion membentuk Symbian Ltd. bersama Nokia, Ericsson, dan Motorola. Psion memindahkan 130 staf kuncinya dan menyisakan sekitar 31% saham. Motorola baru masuk Oktober 1998 dengan porsi 23,1% — sama dengan Nokia dan Ericsson.

Kemudian porsinya bertambah dan berkurang seperti papan catur: Matsushita bayar £22 juta untuk 8,8% (Mei 1999), Siemens ambil 5% (2002), Samsung 5% (2003), lalu Motorola menjual sahamnya ke Psion dan Nokia (September 2003).

Yang menarik: motif Nokia cs masuk bukan sekadar cuan. Menurut catatan The Register, aliansi ini dibentuk juga sebagai usaha bersama mencegah Microsoft memperpanjang monopoli desktop-nya ke perangkat mobile.

Nokia 9210 Communicator, perangkat pertama yang memakai nama Symbian OS

Nokia 9210 Communicator — perangkat pertama yang memakai nama “Symbian OS”, dan jelas mewarisi DNA klamshell-lah EPOC. (Foto: J-P Kärnä, CC BY-SA 3.0, Wikimedia Commons)

Yang nagih: Psion hengkang, Nokia kena batas

Februari 2004 Psion memutuskan menjual 31,1% sahamnya ke Nokia. Rencana itu memicu kegelisahan pemegang saham lain — Nokia akan punya kendali mayoritas. Sony Ericsson jadi pengkritik paling vokal, dan protesnya berhasil: kesepakatan akhirnya ditutup Juli 2004 dengan saham Psion dipecah ke Nokia, Matsushita, Siemens, dan Sony Ericsson. Nokia hanya berakhir di 47,9% — bukan mayoritas.

Psion sendiri sudah lama pindah haluan. Tahun 2000 mereka beli Teklogix of Canada £240 juta dan menjadikannya inti bisnis baru: komputer handheld tahan banting untuk gudang dan logistik. Software konsumen bukan lagi permainan mereka.

Di sisi lain Symbian justru sedang di puncaknya. Canalys mencatat pangsa Symbian 67% dari pasar smartphone global (naik dari 63%), unit ke-100 juta terkirim November 2006, dan lebih dari 250 juta unit pada Juli 2009.

67% pangsa pasar, tapi developer benci menulis kodenya

Di sinilah bagian yang paling jarang dibahas. Symbian secara teknis efisien — OS ini bisa jalan bertahun-tahun di hardware lemah dan baterai kecil. Masalahnya adalah bagaimana cara menulis program untuknya.

Symbian tidak memakai string biasa, tapi descriptors. Tidak ada exception, tapi leaves dan traps. Untuk mengelola memori ada cleanup stack, dan untuk konkurensi ada active objects — mekanisme kooperatif single-thread dengan sintaks dan semantik sendiri.

Seorang instruktur yang mengajar kursus Symbian ke seluruh dunia merangkumnya dengan pahit: mekanisme itu bukan tidak efisien — justru sebaliknya, ketika dipakai dengan benar. Tapi “begitu sulit dipelajari sampai sebagian besar orang tidak repot-repot memakainya.” Efeknya kelihatan sampai produk akhir: developer akhirnya menulis kode secara sinkron dan mengalokasikan buffer besar-besaran, karena async dan string handling-nya melelahkan. Itu penjelasan teknis kenapa HP Symbian yang spesifikasinya oke tetap kerasa lambat.

Masalahnya numpuk di transisi kernel. Symbian pindah dari EKA1 ke EKA2 (ditulis ulang 2002-2003), dan di Symbian 9 / S60 3rd Edition, semua aplikasi wajib ditandatangani (signed) — aplikasi tanpa tanda tangan tidak bisa di-install sama sekali. Dua perubahan besar sekaligus, tepat saat Android dan iPhone baru mulai mengubah ekspektasi developer.

Sembilan bulan dari rekor dunia ke pembubaran

Kembali ke 24 Juni 2008: Nokia mengumumkan akuisisi senilai €264 juta, dan bersamaan dengan itu Symbian Foundation — sebuah yayasan nirlaba yang akan membuat penerus Symbian OS yang bebas royalti.

4 Februari 2010, seluruh kode sumber Symbian dirilis. Yayasan itu menyebutnya sebagai codebase terbesar yang pernah dipindahkan ke free software dalam sejarah.

November 2010 — sembilan bulan setelah rekor itu — yayasan tersebut mengumumkan bahwa mereka berubah jadi entitas lisensi saja, dan Nokia mengambil alih pengelolaan. April 2011 Nokia bahkan menarik kembali lisensi open source untuk rilis Symbian berikutnya. Februari 2011 Nokia memilih Windows Phone sebagai platform utama; pengembangan Symbian diserahkan ke Accenture. Nokia 808 PureView (2012) jadi Symbian terakhir dari Nokia.

Epilognya pahit sekaligus ironis. Psion pernah mendaftarkan trademark “netbook” (diajukan Desember 1996) untuk produk Psion netBook-nya. Desember 2008, saat istilah itu sudah dipakai seluruh dunia untuk laptop murah, Psion mengirim surat cease and desist ke situs-situs yang memakainya. Intel menggugat, dan 2 Juni 2009 Psion mencabut seluruh pendaftaran trademark-nya. Perusahaan yang menciptakan kata itu justru terhapus dari sejarah kata tersebut.

Dua puluh tahun Symbian bukan cerita tentang kalah di perangkat keras. Pangsa pasarnya 67%, jumlah unitnya ratusan juta, dan OS-nya lahir dari perusahaan yang berpikir sampai ke detail engsel keyboard. Yang mati adalah ekosistem — dan yang membunuhnya adalah kombinasi paling sederhana: sedikit orang yang mau belajar menulis kode untuknya, dan keputusan desain tahun 1998 yang membiarkan setiap vendor punya tampilan sendiri.

Sumber: Wikipedia (EPOC, Symbian, Symbian Ltd., Psion), Nokia press release 24 Juni 2008, The Register (“Why Symbian failed: developers, developers, developers”, 2010; “UI wars tore Symbian apart”, 2004), Canalys via All About Symbian.


Bagikan tulisan ini:

Tulisan Sebelumnya
Galapagos Keitai: Kenapa HP Paling Canggih Sedunia Justru Nggak Bisa Keluar dari Jepang
Tulisan Berikutnya
Kenapa Instal Software Zaman Disket Bisa Butuh 46 Kali Ganti Disk?